Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]
Catatan Ukhty: Salah Satu Sejarah Peci Hitam Dan Takbir Di INDONESIA
Please Enable JavaScript!
Mohon Aktifkan Javascript![ Enable JavaScript ]

Breaking News

Kamis, 20 April 2017

Salah Satu Sejarah Peci Hitam Dan Takbir Di INDONESIA

Salah Satu Sejarah Peci Hitam Dan Takbir Di INDONESIA
[Wawasan dan Sejarah]


Beberapa waktu lalu ramai beredar video viral yang salah satu isi video tersebut menceritakan bahwasannya orang yang memakai peci, senang bertakbir, bersarung dan dari agama islam adalah bagian dari cikal bakal teroris atau pemberontak suatu negeri. Dan berikut adalah bukti dan sejarah atas perjuangan para pahlawan negeri ini yang dimana dengan gagah dan perkasa para pejuang dan pahlawan dengan bangga memakai salah satu lambang budaya nasional negeri ini (INDONESIA) untuk melawan para penjajah. Mereka (para pahlawan bangsa) dengan bangga memekikkan kalimat takbir "Allahu akbar" untuk menyemangati para pejuang negeri ini. Atas rahmat dan karunia Allah, akhirnya merdekallah negeri ini ; INDONESIA

Foto: Cover majalah Tempo tahun 80an, menampilkan HAMKA dengan peci berwarna hitam.


Sejak Kapan Peci Hitam Menjadi Identitas Nasional Indonesia?

Jawabannya :
Sejak pidato Soekarno di rapat umum Jong Java pada usianya yang baru dua puluh tahun.

Soekarno mengadopsi kebiasaan memakai peci hitam dari mentornya, HOS Tjokroaminoto, pendiri Syarikat Islam. Soekarno ingin membuat sebuah pakaian sebagai simbol kebangsaan. Maka di rapat itu Soekarno berpidato sambil memakai peci hitam. Di dalam Penyambung Lidah Rakyat beliau berkata,

"Kita memerlukan sebuah simbol dari kepribadian Indonesia. Peci yang memiliki sifat khas ini, mirip yang dipakai oleh para buruh bangsa Melayu, adalah asli milik rakyat kita. Menurutku, marilah kita tegakkan kepala kita dengan memakai peci ini sebagai lambang Indonesia Merdeka!"



Bung Tomo Seorang "Terorist"
Foto unik: Bung Tomo yang membakar semangat jihad arek Suroboyo dengan takbir ini disebut sebagai terrorist oleh media penjajah Belanda.

Pelajarannya: umat Islam yg membela agamanya juga memang semenjak dulu selalu distigma negatif, termasuk hingga kini. Betulkan?

Semoga Allah melimpahkan karunia dan rahmatNya kepada para pejuang negeri ini yang berperang melawan para penjajah untuk kemerdekaan negeri ini yang mengahrap balasan dan ridhaNya semata-mata karna Allah ta'ala....

Semoga bermanfaat.

[Cerkiis.blogspot.com, Penyusun:Arifia]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Designed By